Keistimewaan Tanah Mopuya

Mengulik kisah panjang yang patut ku syukuri karena diizinkan menginjakkan kaki dan menetap selama kurang lebih 17 tahun sejak bapak ditugaskan di desa ini, saat dimana usiaku baru sekitar 6 bulan pasca dilahirkan (diluar masa study SMA-kembali ketanah kelahiran).

Mopuya Selatan adalah sebuah desa kecil dengan luas wilayah kurang lebih 32,11 KM2 yang berada di kecamatan Dumoga Utara, kabupaten Bolaang Mongondow, provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Berjarak kurang lebih 39KM dari pusat kota (Kota Kotamobagu) dan bisa ditempuh hanya dengan kurang dari 1 jam perjalanan.

Ragam budaya lahir dari sebuah desa yang tinggi akan sebuah toleransi. Tempat peribadatan yang saling berdampingan antara satu dan lainnya selalu mengundang decak kagum akan perbedaan yang tak saling menoreh luka. Disini, ditempat ini, masa kecilku terlukis indah dalam pelukan hangat sebuah kenangan anak era 90-an.

Bercerita tentang Adat dan Budaya, Suku, RAS, dan Agama, bahkan Alam, Sumber Daya dan makanan Tradisionalnya, memerlukan waktu yang panjang untuk menceritakan setiap detailnya.
Keunikan yang tersimpan tak heran membuat desa ini menjadi proyek percontohan bagi masyarakat internasional.  

Bersumber dari salah satu laman humas bolmong :
https://humasbolmong.wordpress.com/2011/06/14/melihat-dari-dekat-rumah-ibadah-di-desa-mopuya-selatan/
Dimana menteri agama Tarmizi Taher dan gubernur EE Mangindaan yang pada waktu itu sempat diundang oleh pemerintah Amerika Serikat untuk mempresentasikan mengenai kehidupan keberagaman di Indonesia, dan desa ini menjadi kiblat dari adanya kerukunan antar umat beragama.
"Hal ini patut dipertahankan dan dilestarikan sebagai objek wisata religius" tutur pejabat bupati Bol-Mong Gun Lapadengan S.H.

Selain itu,  pada 28 maret 2017 lalu berdasarkan laporan dari wartawan tribun manado Finneke Wolajan bahwa Dumoga akan menjadi destinasi wisata budaya dikarenakan daerah tersebut memiliki potensi budaya yang tak perlu ditanyakan lagi. Pemerintah akan membangun wisata budaya melihat adanya beragam suku di daerah tersebut yang berpotensi menghadirkan pariwisata dengan perpaduan lintas budaya. Para transmigran Jawa, Bali, Minahasa, nantinya akan berkolaborasi dengan budaya lokal Bolaang Mongondow untuk menarik minat wisatawan baik dalam skala nasional maupun internasional. 

Sejauh ini berbagai kegiatan yang sudah menjadi agenda tahunannya sudah banyak menarik perhatian warga setempat, beberapa diantarannya pada perayaan 17 Agustus yang menghadirkan pawai budaya, ada juga pawai ogoh-ogoh pada perayaan hari besar umat Hindu, dan masih banyak lagi.

Hebat kan ?
Tertarik untuk pergi dan melihat langsung ?
Tak perlu khawatir akan akses transport menuju desa ini, segala kemudahan ditawarkan bagi anda agar dapat berkunjung menikmati keberagaman di tanah ini. Salah satunya dengan naik angkutan umum yang menawarkan tarif murah sekitar 20.000/orang atau bisa juga dengan menggunakan kendaraan pribadi.

  

Komentar